Did you know? Pengalaman Selfie dengan Sepeda pinjaman Bule

Did you know? Pengalaman Selfie dengan Sepeda pinjaman Bule

Sebelum bercerita pengalaman saya yang mengasikkan Naik Sepeda pinjaman, ada baiknya sebuah Intro singkat tentang apa itu Percakapan Natural.

Conversation Class, atau yang lebih dikenal di TEST-English School Kelas Around Pare, adalah sebuah program yang di desain untuk Student; Beginner, Intermediate, hingga Advanced. di kelas ini siswa diwajibkan mencari partner disekitaran wilayah kampung Inggris untuk melakukan percakapan dengan tema ‘Cultural Studies’ yaitu, sport, exercise, food, family, budaya, Education, hingga level superti Ekonomi, Politik, dan Isu sosial laiinnya.

Metode di atas, juga, menggunakan media rekam untuk memastikan para Instruktur memberi penilainnya, dan untuk Student agar bisa me-Evaluasi. Selain itu fungsi diwajiban untuk me-Upload ke Facebook atau Social media laiinya, untuk memudahkan para Orang Tua/Wali mengawasi proses belajar mengajar secara online di tempat ini, TEST English School.

Secara pribadi, kelas ini sangat utama untuk dipelajari karena untuk bisa berkomunikasi kunci adalah Praktis, ‘ Perfect Practice makes Great Result. Misalnya, ada Gap antara Speaking dan Kelas Conversation. Speaking belum tentu Conversation, namun Conversation sudah pasti Speaking, dimana kelas Around Pare ini diharapkan mampu untuk berkomunikasi dengan melibatkan Audience, tanpa konsep (Hapalan), secara Natural dan mendapatkan feedback. Tidak hanya mengandalkan kosakata saja, tetapi memaksimalkan Fungsi Bentuk Ekspresi wajah, Bahasa dan gerak tubuh, Intonasi suara, hingga pada Manner yang umum dikenal ‘Pay Compliment’ I am fancy to see you. Nah, kebutulan saya sering menggunakan yang satu itu.

Munich, atau lebih dikenal dengan Munchen karena Sepakbola yang mendunia sebagai salah kota yang indah di German, setelah mengunjungi Stadion Allianz Arena, saya menyempatkan untuk melakukan Safar The Marienplatz Bell-to-bell, Bell tower city, The Glockenspiel. Seperti di Eropa tengah lainnya, disini pun banyak dijumpai wisatawan antar negara.

Sepeda, adalah solusi alternatif bagi Native masyarakat Eropa ketika berada di pusat kota. Ketika brada di Vienna saya sebernarnya ingin Take a Selfie dengan sepeda lokal, namun apa daya kesibukan Konfrensi Oil dan Gas (Energy) kolaborasi saya dengan Kolega di LAPI ITB selama 4 hari membuat harus fokus pada Jadwal yang telah disusun rapi oleh penyelenggara. Nah, moment ketika berada di German inilah yang saya manfaatkan, dengan melakukan observasi dadakan dikerumunan Bell Tower kota Muchen ini, saya bernias untuk mengabadikannya melalui Camera Cellphone ini.

Hasil observati singkat, yang saya temukan bahwa dikarenakan he Glockenspiel salah satu Ikon maka saya berpikiran sebagaian besar Visitor adalah bukan Native, namun Turis Antar Negara, sama dengan saya. Dari hal tersebut saya lantas mengambil Insiatif untuk Selfie dengan meminjam Sepeda yang kebetulan banyak sekitaran saya.

Conversation Seperti ‘Around Pare’ ini wajib dipraktekkan kala itu. Alhasil, Observasi saya agak melenceng sedikit yang saya temui adalah Turis Eropa Barat, kebutulan dari Austria. Kemudian tanpa ragu saya pun memulai Percakapan, Karena sudah ahli alias terlalu pede dan sering praktis di Kampung Inggris, den modal ‘Pay Compliment’ saya menemui seorang yang mungkin Ibu-ibu di depan saya. Tidak kaget lagi, ternyata mereka pun tidak begitu Fasih dengan Bahasa Inggris, ditambah lagi Aksen British saya yang kadang tidak Konsisten.

Body Language, Facial Expression, Hand Gesture, bahkan Eye Contact adalah Point utama kenapa Komunikasi saya dengan orang Austria tersebut bisa ‘agak’ kelihatan mendapatkan feedback, Alhasil Sepedanya pun saya dapatkan selama 10 menit dengan berbagai macam Gaya photo yang kalian semua bisa dilihat dibawah tulisan ini. Bonusnya adalah saya mendapatkan teman baru beserta sennyuman mereka setelah Mendengarkan Introduction saya memperkenalkan indonesia selama 2 menit, dan bahwa ‘Kepedean’ membuat saya semakin Percaya diri untuk berkomunikasi setelah meninggalkan German ke Negara lainnya.

Terkadang Percobaan awal untuk memulai terasa berat, namun setelahnya adalah sangat mengasikkan. Atur pola pikirnya menjadi Positif, maka hal lainnya akan menjadi Positif pula. Tak percaya? Coba sendiri buddies, kalian pasti bisa.

Arsyandi Mulia | Executive Chairman of TEST International School

Leave a Reply

Your email address will not be published.